Benchmarking Penjaminan Mutu dan Tata Kelola ke Universiti Brunei Darussalam

Pontianak, 29 Juni 2026 – Dalam upaya memperkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), meningkatkan kualitas tata kelola akademik, serta mempercepat langkah internasionalisasi program studi, delegasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura (FEB UNTAN) melaksanakan kegiatan benchmarking ke UBD School of Business and Economics (UBDSBE), Universiti Brunei Darussalam (UBD).
Delegasi FEB UNTAN dipimpin langsung oleh Ketua Jurusan Akuntansi, Dr. Nella Yantiana, serta Ketua Tim Penjaminan Mutu FEB UNTAN, Dr. Sari Rusmita. Turut hadir dalam rombongan yakni Koordinator Program Studi S1 Akuntansi Dr. Khristina Yunita, Koordinator Program Studi Magister Akuntansi Dr. Elok Heniwati, Kepala Laboratorium Djunita Indah Permata, Pengelola Jurnal Tiya Nurfauziah, Tim ZI Ayu Puspitasari, serta Tim Hubungan Internasional Jurusan Akuntansi (Nadya Eka Putri dan Elga Yulindisti).
Kegiatan benchmarking ini berfokus pada tiga pilar utama pengembangan perguruan tinggi:
- Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI): Mengkaji implementasi siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) serta pengelolaan dokumen mutu yang sistematis dan terintegrasi untuk mendukung akreditasi nasional maupun internasional.
- Tata Kelola & Pengembangan Kurikulum: Mempelajari penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri global, keterlibatan pemangku kepentingan (stakeholders), serta tata kelola administrasi program studi.
- Internasionalisasi Akademik: Menjajaki dan memantapkan peluang kolaborasi nyata mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen (student & faculty exchange), kolaborasi riset internasional, hingga penyelenggaraan kegiatan akademik bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Penjaminan Mutu FEB UNTAN, Dr. Sari Rusmita, M.M., menyampaikan bahwa “Kegiatan benchmarking ke UBDSBE memberikan manfaat yang sangat strategis bagi FEB UNTAN. Kami tidak hanya memperoleh gambaran praktik terbaik (best practices) dalam tata kelola penjaminan mutu dan kurikulum, tetapi juga membuka ruang kolaborasi konkret dalam memperkuat budaya mutu berkelanjutan serta meningkatkan daya saing lulusan kami di tingkat internasional.” Hal ini menunjukkan dapat memberikan manfaat strategis bagi pengembangan fakultas.
Berdasarkan hasil diskusi dan benchmarking, FEB UNTAN merumuskan lima langkah tindak lanjut:
- Mengadopsi praktik baik pengelolaan dokumen mutu berbasis terintegrasi.
- Memperkuat implementasi siklus PPEPP secara menyeluruh pada tingkat program studi.
- Meningkatkan sistem monitoring dan evaluasi Indikator Kinerja Utama (IKU) akademik.
- Mengembangkan kerja sama akademik internasional dan program pertukaran.
- Mendorong kolaborasi riset, publikasi ilmiah internasional, dan pengelolaan jurnal.
Melalui langkah strategis ini, FEB UNTAN terus berkomitmen untuk memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan tinggi berkualitas unggul yang mampu menghasilkan lulusan berdaya saing global.




