Hasil EDOM FEB UNTAN Tahun Akademik 2025/2026
Pontianak, 1 Agustus 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tanjungpura (UNTAN) telah merampungkan dan menetapkan hasil Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa (EDOM) untuk Tahun Akademik 2025/2026, mencakup Semester Ganjil maupun Semester Genap, baik di jenjang Sarjana (S1) maupun Pascasarjana. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa proses belajar mengajar (PBM) di FEB UNTAN secara umum berjalan pada kategori Baik hingga Sangat Baik, meski masih menyisakan sejumlah catatan perbaikan.
EDOM merupakan instrumen inti dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) FEB UNTAN. Setiap mahasiswa diwajibkan mengisi kuesioner evaluasi terhadap dosen pengampu mata kuliahnya melalui sistem akademik Satu UNTAN sebelum dapat melihat nilai akhir semester, sehingga tingkat partisipasi evaluasi berlangsung mendekati menyeluruh.
Pada Semester Ganjil, EDOM melibatkan 117 dosen di tiga jurusan jenjang Sarjana, yaitu Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP), Manajemen, dan Akuntansi. Indeks kepuasan mahasiswa secara keseluruhan tercatat 29,21 dari skala 40,00, masuk kategori Baik.

Dari sembilan aspek yang dinilai, kategori pengelolaan kelas memperoleh skor tertinggi (30,27), sementara unit sistem informasi menjadi aspek dengan capaian terendah (27,04). Di tingkat jurusan, Manajemen tampil paling unggul dengan rerata 30,22, disusul IESP (29,38), dan Akuntansi (28,31) yang berada pada kategori Cukup Baik akibat disparitas nilai antarindikator yang cukup lebar.
Secara individual, sebanyak 95 dosen (81,20%) meraih kategori Sangat Baik, sedangkan 22 dosen (18,80%) berada pada kategori Baik, tanpa satu pun dosen yang masuk kategori Cukup atau Kurang.
Pada Semester Genap, cakupan evaluasi meluas ke empat program studi, Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Islam melibatkan 113 dosen, 565 kelas/mata kuliah, dan 17.094 responden mahasiswa. Indeks kepuasan keseluruhan naik menjadi 30,86 dari 40,00, tetap dalam kategori Baik/Memuaskan.

Program Studi Manajemen kembali menjadi yang terbaik dengan rerata 32,00, diikuti Ekonomi Pembangunan (31,95), Akuntansi (31,59), dan Ekonomi Islam (31,50). Aspek materi pembelajaran (32,72) dan disiplin mengajar (32,71) tercatat sebagai capaian terkuat, sedangkan unit sistem informasi (30,15) kembali menjadi aspek dengan nilai terendah, pola yang konsisten dengan temuan semester sebelumnya.
Sebanyak 50 dosen (44,25%) meraih kategori Sangat Baik dan 63 dosen (55,77%) berkategori Baik, tanpa dosen berkategori Cukup maupun Kurang.
Untuk jenjang Pascasarjana, meliputi Magister Ekonomi, Magister Manajemen, dan Magister Akuntansi hasil EDOM Semester Genap menunjukkan capaian yang sangat solid dengan rerata indeks 3,84 dari 4,00, setara 96,11%. Evaluasi ini melibatkan 49 dosen, 147 kelas, dan 1.596 responden mahasiswa.
Magister Manajemen mencatat rerata tertinggi (3,85) namun dengan sebaran nilai paling lebar, sedangkan Magister Ekonomi menunjukkan mutu paling merata antardosen (rentang 3,73–3,92). Magister Akuntansi, meski memikul beban mengajar tertinggi (rata-rata 4,42 kelas per dosen), tetap mempertahankan performa yang sangat baik (3,84). Secara keseluruhan, 48 dari 49 dosen (97,96%) mencatatkan skor setara ≥90%.

Di seluruh laporan, pimpinan FEB UNTAN mengidentifikasi sejumlah isu berulang yang menjadi masukan mahasiswa, di antaranya jaringan internet/WiFi yang belum stabil, fasilitas ruang kelas (AC dan LCD) yang perlu perawatan, minimnya variasi metode pembelajaran, serta perlunya dosen memberikan umpan balik yang lebih konsisten atas tugas mahasiswa.
Sebagai tindak lanjut, fakultas berencana mereplikasi praktik baik dari program studi dengan capaian tertinggi, mengadakan workshop metode pembelajaran, memperkuat layanan unit sistem informasi, serta melakukan pembinaan khusus bagi dosen dengan capaian di bawah rata-rata. Hasil EDOM ini turut menjadi bahan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) dalam siklus penjaminan mutu FEB UNTAN ke depan.



